Jumat, 30 Januari 2015

Cara Ampuh Menghilangkan Bau Mulut saat Puasa

Bau mulut saat puasa memang sangat mungkin terjadi, bahkan sulit dihindari. Sebab, mulut yang tidak beraktifitas dan cenderung kering, ditambah dengan adanya bakteri yang berkembang dalam mulut menyebabkan aroma tidak sedap keluar dari mulut pada saat berbicara atau berbincang-bincang dengan orang lain. Hal itu tentu sangat mengganggu aktifitas dan kepercayaan diri seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Meskipun di hadapan Allah SWT, bau mulut orang yang sedang puasa jauh lebih wangi dibanding wangi minyak bunga kasturi, tetapi secara kasat mata bau mulut sangat mengganggu. Di bawah ini ada sejumlah cara menghilangkan bau mulut saat puasa yang dapat Anda coba agar mulut tetap segar dan wangi selama puasa ramadhan.

Cara mencegah bau mulut saat puasa

  • Minumlah air putih tidak kurang dari 8-10 gelas setiap hari di antara waktu berbuka dan sahur agar bau mulut dapat cepat dinetralisir. Air putih juga akan membantu meningkatkan produksi air liur (saliva) di dalam rongga mulut, yang nantinya dapat membantu menjaga kebersihan mulut.
  • Selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut, caranya adalah dengan menyikat gigi rutin setelah berbuka dan setelah makan sahur, jangan lupa untuk membersihkan bagian lidah. Bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi (dental floss) untuk menghilangkan sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi. Sisa-sisa makanan yang tertinggal dapat membusuk dan menyebabkan bau mulut.
  • Cara mengatasi bau mulut saat puasa juga dapat menggunakan teh hijau. Seduhan teh hijau tanpa gula yang diminum saat berbuka dan sahur dapat mengobati bau mulut yang terjadi selama puasa. Teh hijau mengandung polyphenol, yang mampu membunuh bakteri di dalam mulut dan saluran pernafasan. Selain itu, teh hijau ini juga dapat mengurangi peradangan dalam rongga mulut dan saluran pernafasan akibat asap rokok.
  • Makanlah buah dan sayur saat berbuka dan sahur, sayuran dan buah-buahan akan menyegarkan mulut yang berpuasa seharian, terutama buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, dan bengkuang.
  • Hindari rokok. Merokok hanya akan memperburuk bau mulut yang dialami. Selain mengganggu kebersihan mulut, aroma dari rokok itu sendiri juga sangat tidak sedap.
  • Jauhi makanan-makanan dengan bau menyengat, seperti jengkol, petai, bawang, dan durian selama puasa saat buka dan sahur.
  • Kurangi konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi untuk mencegah gigi keropos dan berlubang.
  • Jangan makan makanan yang lengket dan dapat menempel di gigi, misalnya cokelat, biskuit, es krim, kue-kue basah, dan sebagainya. Jika Anda tetap ingin memakannya, segera berkumur untuk membersihkan mulut Anda dari sisa-sisa makanan tersebut agar tidak menempel di gigi Anda lebih lama.
  • Pakai obat kumur yang mengandung antiseptik untuk membersihkan mulut dan mengobati bau mulut tak sedap saat puasa. Antiseptik akan membunuh kuman dan bakteri penyebab bau mulut
  • Berolahraga ringan, dan jangan tidur terlalu lama di siang hari dapat membantu meminimalisir bau mulut yang terjadi.
  • Hubungi dokter jika mengalami masalah lebih serius pada mulut, seperti gigi berlubang, karang gigi, peradangan atau sariawan yang cukup parah.
Selamat mencoba beberapa cara menghilangkan bau mulut saat puasa yang telah disebutkan di atas, semoga berhasil dan selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan bagi seluruh umat muslim yang menjalankannya.

Selasa, 27 Januari 2015

Tips Menjalankan Puasa untuk Ibu Hamil

cara puasa ibu bhamil
Menjalankan ibadah puasa dalam kondisi sedang hamil merupakan sebuah tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh seorang wanita muslimah. Meskipun dalam agama, wanita hamil atau menyusui mendapat keringanan untuk tidak ikut menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan apabila kondisinya tidak memungkinkan dan mengkhawatirkan keselamatan bayinya, namun keinginan untuk dapat menjalankan kewajiban serta perintah Tuhan ini membuat para ibu hamil tetap berniat menjalankan puasa ramadhan. Puasa untuk ibu hamil ternyata tidak serta merta mempengaruhi kondisi dan kesehatan bayi dalam kandungan. Pola makan ibu hamil yang berubah selama puasa tidak lantas membuat janin kekurangan makanan dan zat gizi, karena janin mendapat asupan makanan dari plasenta melalui aliran darah. Selama ibu hamil tetap mengonsumsi makanan sehat gizi seimbang, kebutuhan nutrisi bayi tetap dapat terpenuhi dan tidak akan mengganggu pertumbuhannya. Menjalankan puasa saat hamil tidak boleh dipaksakan, jika kondisi ibu kurang sehat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran apakah boleh menjalankan puasa atau tidak.

Menjalankan puasa saat hamil trimester pertama dan ketiga mungkin sedikit lebih sulit. Pada trimester pertama, tubuh masih melakukan banyak penyesuaian dan terjadi banyak perubahan hormon yang mungkin menyebabkan morning sickness. Puasa yang dilakukan dapat membuat ibu hamil dehidrasi akibat sering muntah di pagi hari. Demikian juga pada trimester ketiga, bayi membutuhkan asupan makanan lebih banyak dari sang ibu. Saat menjalankan puasa di usia kehamilan ini, ibu hamil mungkin akan lebih cepat merasa lemas dan letih. Selama kondisi fisik ibu hamil sehat, menjalankan puasa di usia kehamilan berapapun tidak akan mempengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan.

Lantas, bagaimana cara menjalankan puasa untuk ibu hamil agar tetap sehat dan aman? Mari kita simak bersama tips dan cara berpuasa untuk ibu hamil di bawah ini;

  • Minum banyak air putih, sekurang-kurangnya 2L setiap hari di antara waktu berbuka puasa dan sahur agar terhindar dari dehidrasi.

  • Setiap kali makan sahur, usahakan untuk makan mendekati waktu imsak, misal satu atau setengah jam sebelum imsak.

  • Perhatikan kandungan gizi dan mineral dalam setiap makanan yang dikonsumsi ibu hamil. Semua makanan yang dikonsumsi harus mengandung zat gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan bayi. Perhitungan sederhananya bisa menerapkan rumus; 50% karbohidrat, 25% lemak baik, ditambah 10-15% protein dan mineral.

  • Tambah waktu istirahat dan jangan melakukan aktifitas fisik berat yang dapat menguras energi dan tenaga ibu hamil.

  • Kontrol kenaikan berat badan ibu hamil, jika selama menjalankan puasa berat badan ibu hamil tidak bertambah atau malah justru menurun, mungkin menu makan saat berbuka atau sahur perlu diperbaiki dan ditambah nutrisinya.

  • Periksa kehamilan rutin sesuai jadwal untuk memantau perkembangan janin. Jika terjadi perubahan yang mengarah pada penurunan kesehatan ibu dan bayi, misalnya berat badan ibu terus menurun dan gerakan bayi menjadi kurang aktif, kemungkinan dokter akan menyarankan untuk menghentikan puasa wanita hamil sementara waktu dan memperbaiki pola makan hingga kondisinya kembali prima.

Tips di atas hanyalah sebagian dari cara menjalankan puasa untuk ibu hamil. Pada dasarnya, puasa orang hamil tidak akan menjadi masalah terhadap janin dalam kandungan selama kondisi fisiknya prima dan selalu memperhatikan asupan makanan saat buka dan sahur.

Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan

Perintah untuk menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan adalah wajib, dan harus ditaati oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Apabila dilakukan dengan niat dan kesungguhan hati, puasa ramadhan akan memberikan banyak manfaat yang luar biasa. Manfaat puasa ramadhan tidak hanya bisa dirasakan oleh hati dengan semakin bertambahnya keimanan dan kedekatan hubungan batin dengan sang pencipta, tetapi puasa ramadhan juga menyimpan banyak manfaat lain terutama dalam urusan kesehatan tubuh.
manfaat puasa ramadhan untuk kesebhatanj

Saat berpuasa, tubuh melakukan detoksifikasi untuk mengeluarkan zat-zat racun yang banyak terakumulasi dalam tubuh. Apalagi jika kita mampu menjalankan puasa ramadhan selama satu bulan penuh, tentu semakin banyak racun yang bisa dikeluarkan dan membuat tubuh semakin sehat. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai manfaat puasa ramadhan untuk kesehatan tubuh, baca selengkapnya uraian berikut.

Manfaat puasa untuk kesehatan


  • Meningkatkan fungsi otak dan mengurangi stres
Puasa mampu meningkatkan neurotropik, dan membantu tubuh memproduksi sel-sel otak baru yang akhirnya bisa membuat otak berfungsi lebih baik. Selain itu, puasa dapat menurunkan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, yaitu hormon kortisol yang akan menurunkan tingkat stres seseorang.
  • Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
Saat puasa, tubuh secara otomatis melakukan peningkatan HDL dan terjadi penurunan LDL. Hal tersebut baik untuk menjadikan jantung dan pembuluh darah tetap sehat.
  • Menurunkan kolesterol
Salah satu manfaat puasa yang banyak diketahui adalah dapat menurunkan berat badan. Namun ternyata tidak hanya itu, kadar kolesterol dalam darah juga ditemukan ikut menurun karena puasa. Seperti diketahui, kadar kolesterol yang rendah akan menjadikan tubuh sehat dan terhindar dari penyakit jantung maupun stroke.

  • Pikiran lebih tajam dan kreatif
Ketika sedang melakukan ibadah puasa, pikiran seseorang menjadi lebih tenang dan melambat. Pikiran yang melambat ternyata mampu meningkatkan konsentrasi dan membuatnya bekerja lebih tajam dan kreatif.

  • Mengurangi kebiasaan buruk
Saat berpuasa adalah saat yang paling tepat untuk menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan pola makan tidak sehat di siang hari.

  • Mengontrol berat badan
Pola makan ketika puasa dapat mempermudah kita untuk menurunkan berat badan. Tidak perlu lagi melakukan diet ketat, dan hanya perlu makan makanan sehat dengan porsi yang cukup selama sahur dan berbuka puasa.

  • Menyehatkan organ ginjal
Ginjal adalah alat penyaring zat berbahaya dari segala yang kita makan dan minum. Ginjal akan berfungsi maksimal jika kekuatan osmosis dalam urin antara 1000-12.000 ml osmosis/kg air. Saat berpuasa, asupan air ke dalam tubuh cenderung berkurang, dan membuat ginjal mampu  mencapai target osmosisnya. Hal tersebut akan memberi dampak yang baik terhadap kesehatan ginjal.

  • Mengeluarkan racun dari dalam tubuh
Manfaat puasa ramadhan terutama adalah untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh, khususnya pada sistem pencernaan dan berlangsung selama satu bulan. Hal itu tentu akan semakin menyehatkan tubuh orang yang sedang berpuasa. Saat tubuh membakar cadangan lemak sebagai energi menggantikan makanan, pada saat itulah racun-racun dalam tubuh juga ikut terbakar.

  • Mencegah diabetes
Diabetes disebabkan oleh kadar gula dan kolesterol yang tinggi. Dengan berpuasa, konsumsi makanan manis dan berlemak menjadi berkurang, sehingga menghindarkan dari penyakit diabetes dan turunannya.

  • Penyerapan nutrisi lebih baik
Ketika metabolisme dalam tubuh berjalan lancar, nutrisi makanan dapat terserap lebih baik oleh tubuh. Itu semua dapat terjadi saat sedang berpuasa.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh
Saat puasa, kadar limfosit dalam tubuh akan meningkat hingga 10 kali dari biasanya. Itu akan berpengaruh besar terhadap peningkatan kekebalan tubuh sehingga menghindarkan dari berbagai serangan virus yang mengganggu kesehatan.

Itulah sebagian manfaat puasa ramadhan untuk kesehatan tubuh. Sebagai umat muslim kita patut bersyukur telah diberi kesempatan untuk kembali menjalankan puasa ramadhan tahun ini dan merasakan manfaatnya yang besar terutama untuk kesehatan tubuh kita.

Sabtu, 17 Januari 2015

Kita Akan Menjadi Apa Yang Kita Percayai

motivasi, cerita inspiratif

Suatu ketika, di sebuah lereng, tersebutlah seonggok sarang Elang. Di dalamnya terdapat 6 butir telur yang sedang dierami induknya. Suatu hari, terjadi sebuah gempa kecil dan mengakibatkan sebutir telur mengelinding ke bawah. Namun, induk Elang tak mengetahui hal itu. Untung lah, telur itu kuat, sehingga kemudian benda itu malah masuk ke dalam sebuah sangkar ayam. Seekor induk ayam yang sedang mengeram, lalu malah memasukkan telur itu ke dalam buaian bersama telur-telur ayam lainnya.

Beberapa saat kemudian, menetas lah telur itu, dan keluarlah seekor anak Elang yang gagah. Namun, sayangnya, ia dilahirkan di tengah keluarga ayam. Lama kemudian Elang kecil itu, tumbuh bersama anak-anak ayam lainnya. Dan si Elang kecil itupun percaya bahwa ia adalah seekor anak ayam. Ia juga mencintai sangkar dan induk ayam, namun, ada keinginan lain di hati kecilnya.

Elang kecil itu, suatu ketika, melihat elang-elang besar yang sedang mengepakkan sayapnya yang indah di angkasa. Ia kagum sekali dengan kegagahan mereka.
"Oh," Elang kecil itu memekik.
"Andai saja, aku bisa terbang seperti burung-burung gagah itu." katanya sambil menatap langit.
Anak-anak ayam lain tertawa mencericit. "Ha ha ha... kamu tak akan bisa terbang bersama mereka," ujar seekor anak ayam.
"Kamu adalah ayam, dan ayam tak bisa terbang!" Hahahaha...
Tawa anak-anak ayam itu kembali memenuhi telinga si Elang kecil. "Oh, andai saja..." ujarnya pelan.
Elang kecil itu kembali menatap langit. Menatap keluarga yang sebenarnya di atas sana.

Setiap waktu, saat Elang itu mengungkapkan impiannya, ia selalu diberi nasehat, bahwa itu adalah hal yang mustahil yang bisa dilakukannya. Dan hal itulah yang terus dipelajari oleh si Elang, bahwa ia tak mungkin bisa terbang, dan mengepakkan sayapnya di angkasa. Lama kemudian, si Elang berhenti bermimpi, dan melanjutkan hidupnya sebagai ayam biasa. Akhirnya, setelah sekian lama hidup menderita, dikekang dengan semua impiannya, si Elang pun mati.

Ini adalah sebuah amsal yang baik tentang kehidupan. Ini, adalah sebuah permisalan yang indah tentang makna harapan dan impian-impian. Ada banyak sekali asa dan hasrat, yang akhirnya pupus, karena hilangnya rasa percaya dalam kalbu. Ada banyak sekali harapan-harapan yang hilang, hanya karena kita tak percaya dengan semua kemampuan yang kita miliki.

Mungkin, kita ini adalah Elang-Elang kecil, yang bisa jadi lahir dalam buaian ayam. Kita semua adalah manusia-manusia hebat, yang punya banyak potensi. Allah berikan banyak anugerah buat kita, namun seringkali rasa percaya diri itu begitu kecil, tak mampu membuat kita yakin bahwa kita mampu, bahwa kita bisa. Allah berikan banyak sekali rahmat, namun seringkali itu semua itu tak membuat kita makin bersyukur, dan mau menjadikannya sebagai pendorong dalam hati.

Kita akan menjadi apa yang kita percayai. Jadi, saat kita bermimpi untuk menjadi "elang", teruskan impian tadi, dan coba, abaikan dulu nasehat "ayam-ayam" itu. Karena siapa tahu, kita adalah calon "elang-elang" yang akan lahir dan mengepakkan sayap dengan indah di angkasa.

*******

Cerita di atas adalah hasil saduran dan kutipan dari berbagai tulisan baik media cetak maupun elektronik. Tulisan tersebut dimaksudkan untuk sharing motivasi, inspirasi, kisah hidup dan lain-lain.

Sabtu, 29 November 2014

Kisah Soichiro Honda, Sukses Setelah Gagal Berulang Kali

biografi, Kisah Sukses, kisah inspiratif, soichiro honda

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia terus bermimpi dan bermimpi.

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik itu mobil maupun motor. Merk kendaraan ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga dijuluki “raja jalanan”.

Namun, pernahkah Anda tahu, jika sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI.

Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

“Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengidap penyakit lever.

Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya untuk menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, dan juga tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja di Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif.

Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih?

Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya, ” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah, melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Piston Honda diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Namun malang, niatnya itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang, setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pistonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” cikal bakal lahirnya mobil Honda itu diminati oleh para tetangga.

Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi “raja” jalanan dunia.

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilannya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpi kan lah mimpi baru.

******
Kisah  Soichiro Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.

Artikel di atas adalah hasil saduran dan kutipan dari berbagai tulisan baik media cetak maupun elektronik. Tulisan tersebut dimaksudkan untuk sharing motivasi, inspirasi, kisah hidup dan lain-lain.

Minggu, 26 Oktober 2014

Kisah Mengharukan, Sang Malaikat Kecil

kisah, islamic motivation, kisah mengharukan, kisah islami

Sudah menjadi kebiasaan setiap selesai sholat jum’at tiap pekannya, seorang Imam (masjid) dan anaknya yang berumur 11 tahun membagikan brosur atau pun buku-buku islam di jalan-jalan dan keramaian, diantaranya sebuah buku dakwah yang berjudul “at-thoriq ilal jannah” (jalan menuju surga).

Tapi kali ini, suasana sangat dingin ditambah rintik-rintik air hujan yang membuat manusia benar-benar malas untuk keluar rumah. Namun si anak telah siap memakai pakaian tebal dan jas hujan untuk mencegah dingin, lalu ia berkata,
“Saya sudah siap, Abi!”
“Siap untuk apa nak?”
“Abi, bukankah ini waktunya kita membagikan buku ‘jalan menuju surga’?”
“Udara di luar sangat dingin, apalagi gerimis.”
“Tapi Abi, tetap saja ada orang yang berjalan menuju neraka meski suasana sangat dingin.”
“Saya tidak tahan dengan suasana dingin di luar.”
“Abi, jika diijinkan, saya ingin menyebarkan buku ini.”
Sang ayah diam sejenak lalu berkata
“Baiklah, tapi bawa beberapa buku saja, jangan banyak-banyak.”

Anak itupun keluar di jalanan kota untuk membagikan buku kepada orang yang dijumpainya, juga dari pintu ke pintu.

Dua jam berlalu, tersisalah 1 buku ditangannya. Jalanan sepi dan ia tak menjumpai lagi orang di jalanan. Lalu ia mendatangi sebuah rumah untuk membagikan buku itu. Ia pencet tombol bel rumah….tapi tak ada yang menjawab. Ia pencet lagi..dan tak ada yang keluar. Hampir saja ia pergi, namun seakan ada suatu rasa yang menghalanginya. Untuk kesekian kali ia kembali memencet bel, dan ia ketuk pintu dengan keras.

Tak lama kemudian, pintu terbuka pelan. Ada wanita tua keluar dengan raut wajah yang menyiratkan kesedihan yang dalam berkata, “Apa yang bisa saya bantu wahai anakku?”

Dengan wajah ceria, dan senyum yang bersahabat si anak berkata, “Sayyidati (panggilan penghormatan untuk seorang wanita), mohon maaf jika saya mengganggu Anda, saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda, dan saya membawa buku dakwah untuk Anda yang mengabarkan kepada Anda bagaimana mengenal Allah, apa yang seharusnya dilakukan manusia dan bagaimana cara memperoleh ridha-Nya.”

Anak itu menyerahkan bukunya, dan sebelum ia pergi wanita itu sempat berkata, “Terimakasih Nak...

Satu pekan berlalu....

Seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah ia mempersilakan jama’ah untuk bertanya, atau ingin mengutarakan sesuatu.

Di barisan belakang, terdengar seorang wanita tua berkata, “Tak ada di antara hadirin ini yang mengenalku, dan baru kali ini saya datang ke tempat ini. Sebelum Jumat yang lalu saya merasa belum menjadi seorang muslimah, dan tidak berpikir untuk menjadi seperti ini. Sekitar sebulan suamiku meninggal, padahal ia satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini. Hari Jumat yang lalu, saat udara sangat dingin dan diiringi gerimis, saya kalap, karena tak tersisa lagi harapan untuk hidup. Maka saya mengambil tali dan kursi, lalu saya membawanya ke kamar atas di rumahku. Saya ikat satu ujung tali di kayu atap…saya berdiri di kursi…lalu saya kalungkan ujung tali yang satunya ke leher, saya ingin bunuh diri karena kesedihanku…

Tapi, tiba-tiba terdengar olehku suara bel rumah di lantai bawah. Saya menunggu sesaat dan tidak menjawab, “paling sebentar lagi pergi” batinku.

Tapi ternyata bel berdering lagi, ditambah ketukan pintu yang makin kuat. Saya ragu, “Siapa kira-kira yang datang ini, setahuku tak ada satupun orang yang mungkin memiliki keperluan atau perhatian terhadapku.” Lalu saya lepas tali yang melingkar di leher, dan saya turun untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.

Saat kubuka pintu, kulihat seorang bocah yang ceria wajahnya, dengan senyuman laksana malaikat yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Dia mengucapkan kata-kata yang menyentuh sanubariku, “saya hanya ingin mengatakan, bahwa Allah mencintai Anda dan akan menjaga Anda.” Kemudian anak itu menyodorkan buku kepadaku yang berjudul, “Jalan menuju surga.”
Akupun segera menutup pintu, aku mulai membaca isi buku itu. Setelah membacanya, seketika kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku, karena aku tidak akan membutuhkannya lagi.

Sekarang lihatlah aku, diriku sangat bahagia karena aku telah mengenal Tuhanku yang sesungguhnya. Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan malaikat kecilku pada waktu yang tepat, hingga aku terbebas dari kekalnya api neraka, dan mudah-mudahan menjadi jalan selamat dari kesengsaraan menuju surga yang abadi.

Mengalirlah air mati para jamaah yang hadir di masjid, gemuruh takbir..Allahu Akbar..menggema di ruangan. Sementara sang Imam turun dari mimbarnya, menuju tempat dimana malaikat kecil itu duduk dan memeluknya erat, dan tangisnyapun pecah tak terbendung dihadapan para jamaah.

Sungguh mengharukan, mungkin tidak ada seorang ayah pun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut.


Judul asli : قصة رائعة جدا ومعبرة ومؤثرة
Penerjemah : Shiddiq Al-Bonjowiy
Sumber : Kompaq

Minggu, 12 Oktober 2014

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Religion and Spirituality, renungan

Suatu saat, seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya.”

“Tuhan menciptakan semuanya?” tanya Profesor sekali lagi.

“Ya, Pak, semuanya,” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” tanya si Profesor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu – 43 derajat Celcius adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Prof, kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu pun terdiam.

Dan, nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.