Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2015

Cara Menjaga Kesehatan Saat Lebaran

Setelah sebulan penuh menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan, tibalah saatnya kita bertemu dengan hari Raya Idul Fitri atau disebut hari kemenangan atau lebaran. Ya, lebaran menjadi saat yang paling ditunggu semua umat muslim di dunia.
sehat bahagia di hari idul fitri


Di setiap momen lebaran, pastinya kita akan disibukkan dengan banyak sekali aktifitas seperti bersilaturahmi bersama keluarga, tetangga, mengunjungi sanak saudara yang jauh, juga rekan-rekan kerja di kantor. Dan secara tradisi, pada saat lebaran baik di rumah maupun tempat kita berkunjung pasti disuguhkan bermacam kue-kue khas lebaran dan berbagai hidangan yang kebanyakan terbuat dari daging, bersantan, berlemak, ataupun pedas. Karena sebulan sebelumnya makan dan minum kita terbatas hanya pada saat buka dan sahur, maka tak jarang perubahan pola makan secara drastis ini dapat mengganggu kesehatan tubuh, karena saat lebaran orang-orang cenderung tidak bisa mengontrol porsi makan, bahkan ingin melahap semua makanan yang ada. Itulah sebabnya cara menjaga kesehatan saat lebaran atau saat libur lebaran penting diketahui. Berikut ini adalah beberapa tipsnya.

Tips menjaga kesehatan saat lebaran

  • Rajin mencuci tangan
Adalah suatu keharusan pada saat lebaran kita bersalam-salaman atau mencium tangan orang lain sebagai ungkapan saling memaafkan. Tidak jarang dari sentuhan itu kuman, virus, dan bakteri dapat berpindah dan menyerang dari satu tangan ke tangan lainnya. Agar terhindar dari ancaman penyakit yang mungkin timbul, kita harus selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setiap kali akan menyantap makanan.
  • Makan dengan porsi yang cukup
Ada banyaknya makanan saat lebaran bisa membuat kita kalap dan tidak memperhatikan porsi makan. Apa saja yang ada ingin kita makan seperti ingin balas dendam setelah sebelumnya puasa. Hal ini tidak boleh dilakukan karena akibat dari makan kekenyangan adalah rasa tidak nyaman, perut begah dan bisa memicu kenaikan berat badan secara cepat. Terlebih makanan-makanan yang disantap mengandung banyak lemak dan tak sehat.
  • Tetap konsumsi buah dan sayur
Makan buah dan sayur dapat mengimbangi asupan makanan berlemak pada saat lebaran. Buah dan sayur efektif untuk menetralisir kelebihan gula dan lemak jahat yang masuk dalam tubuh sehingga melancarkan sistem pencernaan.
  • Minum air putih
Saat lebaran, aneka sirup berbagai rasa tersedia. Namun sebaiknya, pilih air putih untuk mengobati rasa haus Anda. Itu karena air putih lebih sehat dan memiliki fungsi lebih baik dibanding minuman lainnya seperti sirup atau softdrink. Air putih sangat penting sebagai sumber cairan tubuh untuk menjalani aktifitas sibuk Anda selama lebaran.
  • Waspadai makanan lebaran
Kebanyakan kue-kue lebaran dan makanan yang disajikan terbuat dari bahan-bahan yang bisa memicu gangguan kesehatan, bisa menaikkan berat badan dengan cepat, bahkan beberapa diantaranya merupakan pantangan dari beberapa jenis penyakit semisal diabetes, asam urat, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Karena itu waspadailah setiap makanan yang hendak dikonsumsi saat lebaran.
  • Istirahat cukup
Seharian beraktifitas dan bersilaturahmi pasti membuat tubuh lelah dan perlu istirahat untuk memulihkan tenaga. Karena itu tidur lebih cepat itu penting, meski terkadang acara silaturahmi ada yang berlangsung hingga malam. Tapi sempatkanlah waktu untuk mengistirahatkan tubuh agar kondisinya tidak drop dan jatuh sakit.

Kebahagiaan lebaran tidak akan sempurna apabila kita ataupun orang-orang tercinta di dekat kita jatuh sakit, tips cara menjaga kesehatan saat lebaran diatas bisa diterapkan untuk mengantisipasi hal tersebut. Selamat hari Raya Idul Fitri.

Selasa, 17 Maret 2015

Penyakit yang Sering Muncul Saat Puasa

Pada dasarnya, melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan dapat menyehatkan tubuh. Itu karena salah satu dari manfaat puasa sebagai proses detoksifikasi racun dari dalam tubuh. Namun perubahan pola makan dan aktifitas yang berubah selama puasa tidak jarang membuat tubuh perlu penyesuaian diri dan membuat kondisi tubuh drop bahkan sampai jatuh sakit. Kemungkinan hal itu terjadi akibat daya tahan tubuh seseorang itu lemah atau asupan nutrisi yang kurang sebab tidak mengonsumsi makanan sehat selama sahur dan berbuka.
mengatasi penyakit saat puasa ramadhan

Vitalitas seseorang pun akan tetap terjaga selama berpuasa apabila dapat mengontrol kadar gula dalam tubuh yang akan menghasilkan energi. Sebab itu kita perlu berhati-hati terhadap berbagai gangguan kesehatan yang mungkin dapat menyerang selama puasa. Apa saja penyakit yang sering muncul saat puasa? Inilah beberapa diantaranya;
  • Gangguan sistem pencernaan
Gangguan pencernaan yang mungkin saja terjadi adalah sembelit ataupun diare. Hal itu bisa disebabkan karena perubahan pola makan, terlalu banyak makan gorengan, makanan berlemak, pedas, bersantan, atau minuman bersoda saat sahur dan berbuka puasa. Untuk sembelit itu sendiri bisa terjadi akibat kurangnya asupan serat dan air yang masuk ke dalam tubuh sehingga membuat fases menjadi keras. Makan terlalu banyak saat buka dan sahur juga bisa membuat perut begah dan tidak nyaman. Untuk itu hindari makan dan minum secara berlebihan ketika sahur dan buka puasa.
  • Sakit maag
Selama kurang lebih 14 jam lambung dalam keadaan kosong dan tidak terisi makanan, hal itu tentu saja bisa membuat produksi asam lambung meningkat dan menyebabkan sakit maag. Gejalanya bisa ditandai dengan mual, pusing, dan sakit di bagian ulu hati. Untuk mengantisipasinya, dapat memperbanyak asupan serat ketika makan sahur. Serat akan dicerna lebih lama sehingga proses pengosongan lambung juga akan berjalan lebih lambat. Jangan lupa dilengkapi dengan asupan karbohidrat kompleks sehingga kecukupan kadar glukosa dalam tubuh dapat terjaga. Untuk penderita penyakit maag, satu hal penting yang harus diingat adalah jangan sampai menunda waktu untuk berbuka puasa.
  • Kadar gula darah rendah
Gula darah rendah bisa terjadi karena saat sahur terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, sehingga produksi insulin meningkat dan membuat kadar glukosa darah menurun. Gejala yang sering terjadi adalah tubuh yang lemas, lesu, pusing, mudah lelah, mudah berkeringat, dan konsentrasi menurun. Bahkan kadar gula darah yang rendah hingga di bawah normal dapat menyebabkan hipoglikemia. Untuk mencegahnya, batasi konsumsi makanan dan minuman yang  manis-manis ketika sahur. Dan bagi penderita diabetes, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter jika ingin berpuasa.
  • Tekanan darah rendah
Gejalanya hampir mirip dengan penyakit kadar gula darah rendah, seperti pusing, lemas, lesu, muka pucat, dan keringat berlebih. Tetapi gejala-gejala ini umumnya lebih sering muncu pada sore hari atau beberapa jam menjelang waktu berbuka puasa. Solusinya, bisa dengan menambah asupan cairan dan garam pada malam hari, istirahat yang cukup terutama pada sore hari dan jika gejala-gejala itu tidak semakin membaik, maka bisa dikonsultasikan ke dokter.
  • Sakit kepala
Penyakit ini sering menyerang terutama untuk orang-orang yang kurang tidur, penggemar kopi, dan perokok akibat kecanduan kafein dan nikotin. Dan saat asupan kedua zat itu berkurang ke dalam tubuh, maka bisa menyebabkan sakit kepala. Solusinya adalah dengan memperbanyak istirahat dan hilangkan kebiasaan merokok sedikit demi sedikit.
  • Dehidrasi
Dehidrasi  akan terjadi saat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat, nafas, dan buang air (besar atau kecil). Untuk mencegahnya, dapat dilakukan dengan minum cukup banyak air selama waktu berbuka hingga sahur dan kurangi minuman manis. Anda dapat juga melengkapi kebutuhan cairan tubuh dengan minum larutan elektrolit atau minuman isotonik. Jangan melakukan aktifitas fisik yang berat selama puasa sehingga membuat banyak keluar keringat.

Setelah mengetahui berbagai penyakit yang sering muncul saat puasa di atas, diharapkan kita lebih waspada dan lebih menjaga kondisi kesehatan tubuh selama menjalani puasa Ramadhan.  

Jumat, 30 Januari 2015

Cara Menjaga Kesehatan Saat Puasa

Menyambut datangnya bulan ramadhan, seluruh umat muslim di dunia bersuka cita dan melakukan banyak persiapan mulai dari hati berupa niat untuk menjalankan puasa sebulan penuh, dan persiapan fisik dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima saat berpuasa nantinya.

Saat puasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman lebih dari 12 jam pada siang hari, sementara waktu tersebut adalah waktu di mana tubuh melakukan berbagai aktifitas fisik yang menguras tenaga dan energi. Jadi tidak heran jika pada saat puasa badan terasa loyo, lemas, dan tak berdaya. Itu sebabnya, menjaga kesehatan tubuh saat puasa amatlah penting dilakukan, supaya segala aktifitas di bulan ramadhan ini dapat dilalui dengan lancar seperti hari-hari biasanya.

Cara menjaga kesehatan saat puasa

  • Hindari makan berlebihan ketika sahur
Makan sahur adalah sebagai bekal untuk menjalankan ibadah puasa. Agar puasa lancar dan tidak cepat merasa lemas pada siang hari, konsumsilah makanan yang mengandung zat gizi, protein, karbohidrat, vitamin, serta mineral dalam jumlah yang cukup. Makan makanan berserat, seperti sayur dan buah agar lebih lama dicerna dalam tubuh sehingga memperlambat timbulnya rasa lapar. Konsumsi karbohidrat (dalam hal ini nasi) haruslah dalam porsi yang sedang, makan terlalu kenyang dapat mengganggu kenyamanan perut dan sistem pencernaan.
  • Cukup minum air putih
Untuk menghindari dehidrasi, cukupi kebutuhan air minum Anda setiap hari dengan mengonsumsi setidaknya 2L air diantara waktu berbuka hingga sahur. Dehidrasi membuat badan lemas dan membuat aliran oksigen di dalam tubuh tidak lancar.
  • Hindari tidur setelah makan sahur
Kebiasaan langsung tidur setelah makan sahur sangat tidak dianjurkan karena akan mengganggu proses metabolisme. Tubuh memerlukan waktu untuk dapat mencerna makanan yang baru saja masuk. Ketika Anda memilih untuk langsung tidur setelah makan sahur, makanan yang seharusnya disimpan dalam lambung dapat berbalik arah menuju ke atas kembali ke kerongkongan. Tetu makanan-makanan itu membawa asam lambung ikut naik ke atas, membuat kerongkongan terasa kering dan panas. Terkadang juga menimbulkan rasa mual, mulas, bahkan ingin muntah. Bila terpaksa Anda harus tidur, beri selang waktu antara 1-2 jam setelah makan, dan tidur dengan posisi setengah duduk atau bantal yang tinggi.
  • Jangan gunakan tenaga berlebihan
Melakukan aktifitas fisik yang berat tentu menguras banyak tenaga dan menghabiskan energi. Sementara cadangan energi kita harus dihemat agar kuat sampai waktunya berbuka. Lebih baik jika melakukan aktifitas fisik yang ringan agar energi yang kita punya tidak terbuang sia-sia.
  • Tidur siang
Selain rasa lemas, hal yang paling sering dialami saat puasa adalah mengantuk. Itu karena jumlah kalori di dalam tubuh berkurang saat puasa. Tidur siang antara 1-2 jam setelah dzuhur dapat mengembalikan energi/tenaga dalam tubuh. Namun jangan pula tidur siang berlebihan, karena bisa membuat tubuh makin lemas dan tidak bertenaga.
  • Awali berbuka dengan makanan hangat dan manis
Minuman hangat lebih bersahabat dengan lambung yang telah kosong seharian, karena mampu menetralisir asam lambung. Sedangkan makanan manis seperti kurma lebih cepat diserap tubuh untuk memulihkan energi/tenaga setelah berpuasa. Hindari minum es atau minuman dingin langsung saat berbuka meski Anda sangat haus. Minuman dingin dapat memicu asam lambung yang bisa menyebabkan penyakit maag.
  • Jangan langsung menyantap hidangan utama
Saat berbuka, jangan langsung melahap semua makanan terlebih hidangan utama yang berupa nasi. Dikhawatirkan kondisi lambung belum siap untuk mencerna makanan dalam jumlah besar. Kurangi makanan berlemak, pedas, dan asam, makanan instan yang berpenyedap tinggi dan berpengawet, serta minuman bersoda.
  • Olahraga
Olahraga dibutuhkan untuk menjaga agar tubuh tetap sehat selama puasa. Lakukan olahraga yang ringan dan tidak menguras banyak tenaga. Bisa dengan jalan kaki atau lari-lari kecil setiap menjelang waktu berbuka puasa.

Demikianlah cara menjaga kesehatan saat puasa, mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan dan puasa kita semakin lancar tanpa gangguan masalah kesehatan yang berarti.

Selasa, 27 Januari 2015

Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan

Perintah untuk menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan adalah wajib, dan harus ditaati oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Apabila dilakukan dengan niat dan kesungguhan hati, puasa ramadhan akan memberikan banyak manfaat yang luar biasa. Manfaat puasa ramadhan tidak hanya bisa dirasakan oleh hati dengan semakin bertambahnya keimanan dan kedekatan hubungan batin dengan sang pencipta, tetapi puasa ramadhan juga menyimpan banyak manfaat lain terutama dalam urusan kesehatan tubuh.
manfaat puasa ramadhan untuk kesebhatanj

Saat berpuasa, tubuh melakukan detoksifikasi untuk mengeluarkan zat-zat racun yang banyak terakumulasi dalam tubuh. Apalagi jika kita mampu menjalankan puasa ramadhan selama satu bulan penuh, tentu semakin banyak racun yang bisa dikeluarkan dan membuat tubuh semakin sehat. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai manfaat puasa ramadhan untuk kesehatan tubuh, baca selengkapnya uraian berikut.

Manfaat puasa untuk kesehatan


  • Meningkatkan fungsi otak dan mengurangi stres
Puasa mampu meningkatkan neurotropik, dan membantu tubuh memproduksi sel-sel otak baru yang akhirnya bisa membuat otak berfungsi lebih baik. Selain itu, puasa dapat menurunkan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, yaitu hormon kortisol yang akan menurunkan tingkat stres seseorang.
  • Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
Saat puasa, tubuh secara otomatis melakukan peningkatan HDL dan terjadi penurunan LDL. Hal tersebut baik untuk menjadikan jantung dan pembuluh darah tetap sehat.
  • Menurunkan kolesterol
Salah satu manfaat puasa yang banyak diketahui adalah dapat menurunkan berat badan. Namun ternyata tidak hanya itu, kadar kolesterol dalam darah juga ditemukan ikut menurun karena puasa. Seperti diketahui, kadar kolesterol yang rendah akan menjadikan tubuh sehat dan terhindar dari penyakit jantung maupun stroke.

  • Pikiran lebih tajam dan kreatif
Ketika sedang melakukan ibadah puasa, pikiran seseorang menjadi lebih tenang dan melambat. Pikiran yang melambat ternyata mampu meningkatkan konsentrasi dan membuatnya bekerja lebih tajam dan kreatif.

  • Mengurangi kebiasaan buruk
Saat berpuasa adalah saat yang paling tepat untuk menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan pola makan tidak sehat di siang hari.

  • Mengontrol berat badan
Pola makan ketika puasa dapat mempermudah kita untuk menurunkan berat badan. Tidak perlu lagi melakukan diet ketat, dan hanya perlu makan makanan sehat dengan porsi yang cukup selama sahur dan berbuka puasa.

  • Menyehatkan organ ginjal
Ginjal adalah alat penyaring zat berbahaya dari segala yang kita makan dan minum. Ginjal akan berfungsi maksimal jika kekuatan osmosis dalam urin antara 1000-12.000 ml osmosis/kg air. Saat berpuasa, asupan air ke dalam tubuh cenderung berkurang, dan membuat ginjal mampu  mencapai target osmosisnya. Hal tersebut akan memberi dampak yang baik terhadap kesehatan ginjal.

  • Mengeluarkan racun dari dalam tubuh
Manfaat puasa ramadhan terutama adalah untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh, khususnya pada sistem pencernaan dan berlangsung selama satu bulan. Hal itu tentu akan semakin menyehatkan tubuh orang yang sedang berpuasa. Saat tubuh membakar cadangan lemak sebagai energi menggantikan makanan, pada saat itulah racun-racun dalam tubuh juga ikut terbakar.

  • Mencegah diabetes
Diabetes disebabkan oleh kadar gula dan kolesterol yang tinggi. Dengan berpuasa, konsumsi makanan manis dan berlemak menjadi berkurang, sehingga menghindarkan dari penyakit diabetes dan turunannya.

  • Penyerapan nutrisi lebih baik
Ketika metabolisme dalam tubuh berjalan lancar, nutrisi makanan dapat terserap lebih baik oleh tubuh. Itu semua dapat terjadi saat sedang berpuasa.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh
Saat puasa, kadar limfosit dalam tubuh akan meningkat hingga 10 kali dari biasanya. Itu akan berpengaruh besar terhadap peningkatan kekebalan tubuh sehingga menghindarkan dari berbagai serangan virus yang mengganggu kesehatan.

Itulah sebagian manfaat puasa ramadhan untuk kesehatan tubuh. Sebagai umat muslim kita patut bersyukur telah diberi kesempatan untuk kembali menjalankan puasa ramadhan tahun ini dan merasakan manfaatnya yang besar terutama untuk kesehatan tubuh kita.