Tampilkan postingan dengan label sahur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahur. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2015

Menu Makan Sahur Untuk Penderita Maag

Menu Makan Sahur Untuk Penderita Maag Menu sahur penderita maag, cara puasa orang maag, obat sakit maag, Cara berpuasa orang maag tentu bebeda dengan orang sehat pada umumnya. Perbedaan tersebut terutama pada menu makan ketika sahur dan berbuka. Semua itu tentu saja bertujuan untuk mencegah sakit maag kambuh saat puasa dan berakibat semakin parah.
resep makanan sahur penderita maag

Konsumsi makanan yang tepat saat sahur dan buka bisa membuat penderita maag tetap dalam kondisi sehat dan bugar selama puasa. Terutama menu makan sahur untuk penderita maag haruslah sangat diperhatikan, karena akan berdampak langsung terhadap puasa yang akan dijalani satu hari penuh. Orang yang sakit maag dilarang makan sembarangan ketika sahur. Berikut ini adalah menu makan sahur untuk penderita maag yang perlu diperhatikan demi kesehatan dan kelancaran ibadah puasa Anda. Makanan dan minuman yang harus dihindari penderita maag
  • Makanan/minuman yang banyak mengandung gas. Contohnya: sayuran (kol,sawi), buah (pisang ambon, nangka, kedondong, buah yang dikeringkan), minuman (minuman bersoda).
  • Makanan/minuman yang mengandung kafein dan merangsang pengeluaran banyak asam lambung, misalnya kopi, teh, anggur putih, minuman ber-al-kohol 5-20%, sari buah citrus, dan susu full cream.
  • Makanan berkadar lemak tinggi dan sulit dicerna yang dapat melambatkan aktifitas pengosongan lambung yang berakibat memicu peningkatan produksi asam lambung. Contohnya: gorengan, cokelat, kue tar, dan keju. Tubuh akan bekerja lebih keras untuk mengolah lemak menjadi energi, akibatnya tubuh lebih mudah lelah dan lemas.
  • Makanan yang bisa merusak dinding lambung secara langsung. Contohnya: makanan yang terlalu pedas, mengandung cuka, merica, dan bumbu-bumbu rempah lainnya yang merangsang.
  • Beberapa makanan sumber karbohidrat yang harus dihindari penderita maag, yaitu beras ketan, mi bihun, jagung, talas, ubi singkong, dan dodol.
  • Mengunyah permen karet dan mero-kok.

Tips menu makan sahur bagi penderita maag

  • Konsumsi makanan berserat tinggi seperti buah dan sayur yang tidak banyak mengandung gas. Makanan berserat ini akan dicerna lebih lambat dan membuat perut terasa kenyang lebih lama.
  • Makan buah kurma, karena kurma kandungan gulanya kompleks, kaya serat, karbohidrat, kalium, magnesium, vitamin dan banyak mineral penting lainnya.
  • Kacang almond, karena di dalamnya mengandung protein yang tinggi juga serat yang baik untuk tubuh.
  • Buah pisang, merupakan sumber kalium, karbohidrat, dan magnesium yang baik. Selain pisang ambon tentunya, karena pisang ambon adalah salah satu buah yang mengandung gas sehingga harus dihindari penderita maag.
  • Kurangi makan gorengan, lebih baik pilih makanan yang caravmengolahnya dengan dipanggang atau direbus.
  • Minum cukup banyak air putih ketika sahur untuk menghindari dehidrasi selama puasa.
  • Bila perlu, minum obat sakit maag yang dianjurkan oleh dokter setelah makan sahur untuk menjaga dan mencegah sakit maag kambuh di siang hari selama puasa.
Gejala sakit maag bisa saja timbul pada saat puasa, namun dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengikuti saran di atas mengenai menu makan sahur yang dianjurkan bagi penderita maag, diharapkan resiko sakit maag yang dialami makin berkurang dan kita tetap dapat menjalani kewajiban berpuasa dengan tubuh yang sehat dan prima.

Tips agar Tidak Ngantuk Saat Sahur

Rasa kantuk hampir menjadi langganan setiap orang yang sedang berpuasa. Mengantuk umumnya dirasakan pada siang hari atau dijam-jam setelah makan sahur. Salah satu penyebab rasa ngantuk yang dialami setelah makan sahur bisa dikarenakan waktu tidur yang kurang. Tubuh masih perlu waktu untuk beristirahat namun mesti terbangun untuk makan sahur.
tips sahur agar tidak ngantuk

Sebenarnya, kurang tidur bukanlah alasan satu-satunya penyebab mengantuk saat puasa. Ketika puasa, pola hidup berubah sehingga sistem kerja dan metabolisme tubuh juga ikut berubah. Dan sejalan dengan hal itu, tubuh juga akan menyesuaikan diri dengan pola hidup yang baru ini. Sebelum kita sampai pada poin utama yaitu membahas mengenai cara mengatasi rasa ngantuk saat puasa dan tips agar tidak ngantuk setelah makan sahur, kita harus tahu dulu penyebab-penyebab lain rasa ngantuk yang terjadi selama puasa. 

Penyebab ngantuk saat puasa


Penyebab utama mengantuk saat puasa adalah kadar glukosa dalam darah yang menurun. Hal itu menyebabkan otak sulit berkonsentrasi karena otak mendapat asupan energi dalam bentuk glukosa, jika kadar glukosa dalam darah menurun maka suplai oksigen ke otak terhambat dan jelas dapat mempengaruhi kerja otak. Energi dihasilkan dari makanan yang dikonsumsi saat sahur, namun ketika energi yang diperoleh dari makanan tersebut sudah semakin menipis, secara otomatis hati akan mengeluarkan cadangan glikogen yang ada untuk menyuplai energi tambahan agar tubuh dan otak tetap dapat bekerja. Saat kadar gula darah menurun dan energi yang dihasilkan semakin berkurang, maka tubuh akan terasa lemas dan mengantuk. Itulah sebabnya rasa ngantuk sering dialami pada siang hari saat cadangan energi tubuh mulai berkurang. Selain itu, kurangnya asupan zat besi ke dalam tubuh saat sahur juga mempengaruhi kondisi tubuh lebih cepat mengantuk dan lemas. Seperti diketahui, zat besi berperan dalam proses penyerapan oksigen ke otak yang dapat mencegah rasa ngantuk. Tips agar tidak ngantuk setelah makan sahur dan saat puasa
  • Cukupi kebutuhan zat besi tubuh
Banyak mengonsumsi sayuran segar berwarna hijau yang merupakan sember zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh, misalnya bayam, daun singkong, kangkung, daun katuk, dan sawi. Kecukupan zat besi dapat mengatasi rasa ngantuk dan membuat tubuh tidak cepat lemas.
  • Konsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C
Vitamin C dalam buah dan sayur yang dikonsumsi ketika sahur akan membuat penyerapan zat besi lebih efektif oleh tubuh. Buah-buahan yang baik dikonsumsi misalnya jeruk, pepaya, jambu biji, kiwi, atau mangga.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Minum cukup banyak air putih di antara selang waktu berbuka hingga sahur akan mengembalikan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi sehingga kondisi tubuh tetap segar selama berpuasa.
  • Makan karbohidrat kompleks saat sahur
Proses pemecahan karbohidrat kompleks menjadi gula darah berlangsung lebih lambat, sehingga sangat baik bagi metabolisme energi tubuh. Artinya, energi yang dihasilkan dapat tersimpan lebih lama dalam tubuh.
  • Atur jam tidur
Pola tidur yang berubah saat puasa bisa membuat tubuh kaget. Untuk mencegah supaya tidak ngantuk saat puasa dan setelah makan sahur, sebaiknya hindari tidur larut malam. Untuk  menghilangkan rasa ngantuk di siang hari, sebaiknya sempatkan waktu tidur siang untuk memulihkan tenaga. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu kita terhindar dari rasa ngantuk saat puasa berlebihan yang mengganggu aktifitas dan kekhusyukan ibadah kita di bulan suci Ramadhan.

Minggu, 08 Maret 2015

Bahaya Tidur Setelah Makan Sahur

Rasa kantuk yang menyerang usai menyantap hidangan sahur memang sulit terelakkan. Terlebih jika pada malam harinya Anda tidak bisa tidur nyenyak atau Anda tidur terlalu larut sehingga waktu istirahat Anda menjadi kurang. Memang tidur setelah makan sahur itu tidak diharamkan. Tetapi dari segi kesehatan dan ilmu gizi, hal tersebut tidak dianjurkan karena akan memberikan dampak buruk yang amat banyak terhadap kesehatan tubuh.
bahaya makan sahur langsung tidur

Bahaya tidur setelah makan sahur tidak hanya akan dirasakan dalam jangka pendek saja, namun akan berdampak pula terhadap kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Mungkin sebagian dari kita banyak yang belum mengetahui bahaya apa saja yang bisa timbul akibat tidur setelah makan sahur. Inilah beberapa di antaranya;

  • Refluks
Jika setelah makan sahur Anda langsung tidur, maka makanan yang baru saja Anda makan belum sempat dicerna oleh lambung sehingga kemungkinan akan terjadi refluks atau makanan akan berbalik arah kembali ke atas menuju kerongkongan. Ini akibat dari pengaruh gravitasi dan posisi tubuh tubuh saat berbaring.
  • Rasa terbakar (heartburn)
Makanan yang berbalik arah naik ke kerongkongan tentu membawa serta asam lambung ikut naik ke atas dan bisa melukai kerongkongan dan daerah sekitarnya. Akibat luka tersebut, kerongkongan dan daerah sekitar ulu hati menjadi terasa panas seolah-olah seperti rasa terbakar. Tidur setelah makan sahur juga bisa berakibat mimpi buruk dan tidak nyenyak karena waktu tidur yang relatif singkat. Dan ketika bangun, mulut juga akan terasa pahit.
  • Gangguan pencernaan
Saat tidur ( dalam posisi berbaring ), proses pencernaan akan berjalan lebih lambat dan pengosongan lambung yang seharusnya bisa berjalan dalam waktu 2 jam menjadi terhambat. Hal tersebut bisa saja menimbulkan gangguan pencernaan. Sebut saja diare atau mungkin juga sembelit. Tergantung dari makanan yang kita konsumsi saat santap sahur.
  • Meningkatkan resiko stroke
Inilah resiko jangka panjang yang bisa dialami jika memiliki kebiasaan tidur setelah makan sahur. Karena ketidaklancaran sistem pencernaan berpengaruh terhadap kinerja tekanan darah dan juga kadar gula yang mengakibatkan risiko terkena stroke semakin meningkat.
  • Menyebabkan perut buncit
Bahaya yang satu ini bisa menjadi yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang, terutama kaum wanita yang sangat mendambakan perut ramping dan berat badan ideal. Mengapa bisa demikian? Jika setelah makan langsung tidur, maka tubuh tidak mempunyai kesempatan untuk membakar kalori, sehingga akan ditimbun sebagai lemak di dalam tubuh.

Jika rasa kantuk yang menyerang Anda benar-benar tidak tertahankan, solusinya Anda bisa tidur setelah 2 jam dari makan sahur. Atau bisa juga tidur dengan posisi setengah duduk dengan bantal yang ditinggikanuntuk menghindari rerjadinya refluks pada makanan.

Namun setelah mengetahui banyaknya bahaya tidur setelah makan sahur, diharapkan kita lebih berhati-hati dan tidak melakukannya. Lebih baik menggunakan waktu tersebut untuk memperbanyak ibadah kepada Tuhan dan melakukan aktifitas yang berguna.